Minggu, 31 Maret 2013

Pertama untuk yang Terbiasa

Rasa sakit yang terus-menerus di bawah tulang rusuk kanan,bwt gabisa narik nafas dalam dan bahkan susah nafas. Yaudahh....tunggu aja esok pagii, mungkin ada perbaikan...alhasil,ga ada sama sekali,malahan lebih dari yang kemaren.
Hari itu minggu sore (10 Maret 2013), ke klinik deket kampus aku, karena udah sakit bgd klo tiap narik nafas....disebut admitted karena harus nginep. Ini bener2 kali pertama pakai infus...untuk seorang perawat yang sudah hal biasa, ini ga biasa mnurut aku. Ini kali pertama aku....ahhhhhhhh.*teriak tapi keharusan.

Bsok harus USG, foto thorax dan tes darah...Okehlah. *supaya tutupi rasa penasaran sebenarnya sakit apa.
Hasil USG dgn pembuktian foto thorax EFUSI PLEURA. cairan ini asal dari mana?? 
Dua hari berikutnya (13 Maret 2013) harus ktemu dokter. Dokter hanya saranin kontrol minggu berikut....
Seminggu kemudian....
(21 Maret 2013)saran dokter harus disedot cairan dari paru-paru ini...tp aku nolak.*mintanya  minggu berikut aja.
Minggu berikutnya (26 Maret 2013) bersiap sendiri dari asrama dengan maksud admitted ke RSA Bandung...admitted dan esok paginya  dari hasil foto thorax, cairan berkurang dengan terapi obat dari dokter yang sesuai. Puji Tuhan....
Hari pertama, kedua, ketiga....hanya bisa bedrest total di tempat tidur sampai ada keputusan dokter untuk pulang.
Tepat hari Jumat 30 Maret 2013, resmi keluar dari RSA Bandung dengan keadaan yang baik-baik saja.
Terima kasih banyak bagi teman-teman se-kampus,para dosen, teman kelas untuk doa dan harapannya bagi aku untuk tetap kuat, terlebih khusus untuk teman kamar (Rachel, Friska, & Yoan) dan juga teman terdekat,David Pasaribu. Khusus bagi kk Munitarji Layuk 1000 MM di Samosir, doa dan harapan istimewa bersama mama papa jadi optimis aku tiap hari. Terima kasih yaa.
 Photo: at
Semua rasa sakit yang dari awal, aku cukup tidak akan diam. Harus tetap cari tau. Karena sumbangan usia 20 tahun pertama adalah tabungan untuk 20 tahun ke depan.

Aku akan tetap mengharga kesehatan dari Tuhan, akan terus menghargai setiap nafas pemberian Tuhan yang aku rasakan tiap detik.Mungkin terlalu sering merawat/ melihat orang-orang yang sakit, tetapi perhatian untuk diri sendiri SANGAT KURANG. Jika nanti Tuhan berkehendak ini "PERTAMA UNTUK YANG TERBIASA", tidak untuk kedua kalinya.Sebelum hari esok yang punya penderitaan sendiri, aku akan buktikan ke mama/papa kalau sebagai suster, aku akan jaga kesehatan sebisa mungkin. Tuhan memberkati !!